Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Emas Hitam : Mengubah Limbah Rumah Tangga Organik Menjadi Pupuk Organik Cair

Kulit Pamelo Sebagai Bahan Baku POC

Salah satu hidup berkelanjutan yang harus kita terapkan adalah cara pengelolaan limbah rumah tangga. Hal ini perlu dilakukan mengingat meningkatnya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah yang kita hasilkan. Lihat saja saluran air, jalan raya, sungai, hutan bahkan laut sekalipun, tidak luput dari sampah manusia.  

Pengelolaan sampah secara mandiri adalah kunci penyelamatan lingkungan, karena berharap terlalu banyak kepada orang lain apalagi pemerintah bukanlah solusi yang baik, toh sampah ini juga hasil dari aktivitas kita, kenapa harus membebankan kepada yang lain, setidaknya kita harus mengambil bagian kecil dari pengelolaan sampah supaya lingkungan terjaga.


Salah satu cara pengelolaan sampah yang bisa kita lakukan adalah memisahkan antara sampah plastik, kaleng, dan kaca, dengan sampah organik yang mudah terurai seperti sisa makanan, sisa sayur, kulit buah, buah busuk, air cucian beras, air kelapa, ampas kelapa dan sebagainya. Pemisahan ini bertujuan untuk memudahkan kita mengelola sampah rumah tangga.


Pengelolaan Limbah Organik

Sampah organik selanjutnya bisa kita oleh menjadi POC atau pupuk organik cair, dengan demikian kita tidak harus mebeli lagi pupuk tanaman. Secara ekonomi kita telah mensubsidi kebutuhan pupuk tanaman  kebun sendiri, artinya pengeluaran untuk pupuk sudha tidak ada lagi. 


Secara kesehatan tentu lebih aman dan higenis, pupuk organik memang kebutuhan alami tanaman, penggunaannya lebih aman bagi tanaman, tanah dan untuk konsumsi keluarga. Makanan yang aman dan sehat pasti akan membuat keluarga menjadi sehat pula, jadi tidak nantinya kita juga tidak sering sakit-sakitan akibat makanan yang tidak sehat.


Secara lingkungan dengan mengubah sampah organik menjadi pupuk cair organik, kita telah mengurangi kerja petugas kebersihan mengangkut sampah rumah tangga ke TPA. Seharusnya butuh beberapa kali pengangkutan, nah dengan demikian jumlah pengangkutan lebih sedikit, penggunaan bahan bakar juga sedikit. Sehingga kita bisa menghemat penggunaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan ini. 


Cara membuat POC

Pupuk organik cair sendiri adalah hasil fermentasi sampah organik secara anaerob. Fermentasi anaerob adalah proses pengomposan yang tidak memerlukan oksigen, karena bakteri yang kita gunakan memang tidak memerlukan oksigen. Jadi perlu wadah kedap udara agar proses ini berhasil dengan baik.


Bahan 

1.Wadah fermentasi (Jerigen, Drum atau ember yang memiliki penutup)

 

Memperbaiki Ember Bekas


2. Limbah organik seperti, buah yang tidak layak konsumsi, kulit buah, dan sebagainya.

3. Air cucian beras dan air kelapa, air mencuci buah, usahakan jangan menggunakan air bersih, karena konsep yang kita terapkan adalah pengolahan limbah, jadi gunakan air limbah, kecuali air yang sudah terkontaminasi zat kimia seperti air bekas mencuci pakaian, air cucian piring.


Cara Membuatnya

1. Pastikan wadah memiliki penutup yang kedap udara

2. Cincang sampah sehingga berukuran lebih kecil, jika sampah berukuran besar, untuk mempercepat proses fermentasi. 

Air Cucian Beras dan Limbah Organik 


3. Masukkan sampah yang sudah di cincang ke dalam wadah, lalu tutup.

4. Masukkan air cucian beras, air kelapa, air mencuci buah dan sayur. Perbandinga air dengan limbah organik tidak terlalu bermasalah, karena air yang kita gunakan adalah air limbah juga. 


Jika wadah belum penuh :

5. Setiap hari tambahkan air cucian beras, limbah dapur (setelah dicincang) dan air kelapa (jika ada) sampai wadah tersisa sedikit saja, kira-kira satu bagian dari wadah sebagai ruang gas metana. 


Jika wadah penuh :

6. Jika memang wadah kita kecil, dan limbah tersedia cukup untuk kapasitas satu wadah, silahkan dimasukkan semua bahan lalu ditutup rapat, jika wadah sedikit mengembang selama proses fermentasi, silahkan dibuka sedikit tutupnya supaya gas bisa keluar, lalu tutup rapat lagi. 

7. Prsoses fermentasi memakan waktu minimal 3 Minggu, setelah itu bisa dipanen sesuai kebutuhan. Bagusnya setelah diambil airnya yang sudah menjadi POC, di diamkan di di botol yang lain selama seminggu lagi supaya lebih aman dari gas metana. 


Aplikasi di Tanaman

Pupuk Organik Cair (POC) tersebut harus terlebih dahulu di campur dengan air sebelum di siram ke tanaman dengan oerbandingan 1:10, artinya setiap 1 liter POC di campur dengan 10 liter air bersih. Lalu di siram ke tanaman apa saja setiap seminggu atau dua Minggu sekali. Jika terlalu banyak ditakutnya tanaman akan overdosis dan mati. Karena zat asam sangat tinggi di dalam POC.

Sedangkan ampas yang mengendap di dasar dasar wadah, bisa digunakan sebagai pupuk juga, sebaiknya di campur dengan air baru di siram ke tanaman. 

Demikianlah pemanfaatan sampah rumah tangga sebagai Pupuk Organik Cair. Semoga bermanfaat. Jika ada yang ingin ditanyakan atau ingin berbagi pengalamannya silahkan tulis di kolom komentar.

Furqan  Jamali
Furqan Jamali Hobi menanam dan beternak secara organik. Berkeinginan mewujudkan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Posting Komentar untuk "Emas Hitam : Mengubah Limbah Rumah Tangga Organik Menjadi Pupuk Organik Cair"

Berlangganan via Email