Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Emas Hitam: Mengubah Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Eco Enzyme



Pencemaran lingkungan selalu dimulai oleh kurang tepatnya pengelolaan sampah yang dihasilkan. Menurut data dari  KLHK, Indonesia setiap tahunnya memproduksi sampah sekitar 64 jutaa ton per tahunnya. Sampah tersebut didominasi oleh sampah organik yang mencapai 60 persen. Selain itu jumlah sampah  sampah plastik berada di angka 14 persen, kertas 9 persen, sampah  karet 5,5 persen dan sisanya berupa logam, kain, kaca dan lainnya.

Penanganan sampah organik sebenarnya tidak memerlukan teknik dan biaya yang mahal. Setiap keluarga bisa mengambil bagian untuk mengelola sampah ini. Salah satu caranya dengan mengubah sampah organik menjadi Eco Enzyme yang kaya akan manfaat. Di jamin bakal menghemat pengeluaran rumah tangga dan tentunya ramah lingkungan.


Apa itu Eco Enzyme?

Eco enzyme pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong pada tahun 1984 di Thailand. Eco Enzyme sendiri adalah sebuah larutan yang dihasilkan dari proses fermentasi dengan komposisi sampah organik, gula merah tebu dan air. Setelah mengalami proses fermentasi minimal 3 bulan, maka jadilah Eco Enzyme.

Eco enzyme yang sudah jadi akan bewarna kecoklatan, rasanya sangat asam dan  dan sedikit manis.


Manfaat Eco Enzyme?

Dalam salah satu artikel yang ditulis oleh maurilla Imron di situs zero waste indonesia. Mengelola sampah dan membuatnya menjadi ECO Enzyme sebenarnya kita telah menyelamatkan lingkungan. Ada beberapa alasan yang dikemukakannya:

Pertama, selama proses fermentasi Eco Enzyme, akan terjadi pelepasan gas ozon atau 03,  selanjutnya O3 dapat mengurangi CO2 atau karbondioksida, yang membuat panas terperangkap di awan sehingga terjadi pemanasan global.

Kedua, Eco Enzyme mampu mengubah zat amonia menjadi NO3 atau nitrat dan mengubah karbondioksida atau CO2 menjadi carbonat CO3. Ini bagus untuk tanaman darat, tanaman laut dan kehidupan laut pada umumnya.

Manfaat lainnya yang bisa kita dapat yaitu sebagai pupuk tanaman, pembersih lantai, deterjen, pestisida, pembersih dapur, pembersih air kolam, pembersih air dari zat kimia, bahkan bisa digunakan sebagai hand sanitizer.

Tentunya setiap manfaat tersebut harus disesuaikan dengan takaran yang benar. Untuk aplikasi sebagai pupuk tanaman cukup cukup dengan perbandingan 1:200.  Artinya setiap satu liter eco enzyme harus dilarutkan dalam 200 liter air bersih, jika tidak demikian tanaman akan mati karena tingkat keasaman eco enzyme sangat tinggi.Untuk Frekuensi penyiraman dilakukan maksimal seminggu sekali.

Sedangkan aplikasi pada air kolam 1: 1000 artinya setiap satu liter eco enzyme di larutkan dalam 1000 liter air kolam. Dan bisa diulangi sebulan sekali.


Cara membuat Eco Enzyme

Bahan

1.Gula merah tebu

Gula Merah Tebu (GMT)


2.Sampah organik (kulit buah, buah yang tidak layak makan tapi belum busuk)

Buah Pamelo Yang Tidak Layak Konsumsi (Belum Matang/Pahit)


Kulit Pamelo


3.Air Bersih


Cara membuatnya

1.perbandingan antara gula tebu merah, sampah organika atau kulit buah dan air bersih adalah 1:3:10

Ilustrasi singkatnya misalnya memiliki sampah organik 3 kg maka perbandingannya menjadi :

1 kg gula merah tebu : 3 kg sampah organik :10 liter air bersih


Atau 

Jika memiliki jerigen minyak goreng isi 5 liter, kita bisa membuat perbandingan dengan cara berikut:

  • Air diisi dengan takaran 60% dari total isi jerigen  (5 liter). 60 persen dari 5 liter adalah 3 liter. 
  • Nah, 3 liter dibagikan menjadi 10 bagian.
  • Jadi air tersebut diiisi 10 bagian atau 3 liter
  • Gula tebu merah diisi 1 bagian atau  3 ons
  • Sedangkan sampah organik atau kulit buah diisi 3 bagian atau 9 ons


Rumus Perbandingan dengan Ukuran Jerigen 5 liter tetapi target pembuatan 4 liter Eco enzyme



2. Khusus untuk buah lebih baik di cincang supaya mempercepat fermentasi

3. Semua bahan (air bersih 10bagian, kulit organik 3 bagian dan gula tebu merah 3 bagian) dimasukkan ke jerigen atau drum, lalu ditutup rapat.

Dan Jangan Lupa menulis tanggal dimulai fermentasi, untuk memudahkan penghitungan.

Jerigen Minyak Goreng yang Sudah Terisi Bahan Baku Eco Enzyme


4. Setelah ditutup rapat usahakan sering di check kondisi jerigen apakah ada tumpukan gas yang terlalu banyak, sehingga tutup jerigen perlu dibuka sedikit supaya gas keluar, lalu ditutup kembali.

5. Setelah itu tunggu minimal 3 bulan sampai semua kulit buah atau sampah organik mengendap di dasar jerigen atau drum.


Jadi sangat mudahkan? Oleh karena itu, mari bersama-sama bergerak untuk membuat Eco enzyme, dengan demikian kita telah menyelamatkan bumi, menyelamatkan diri kita sendiri, keluarga tercinta dan tentunya menyelamatkan kehidupan.

Demikianlah cara membuat ECO Enzyme selamat mencoba. Jika ada yang ingin ditanyakan atau ingin berbagi pengalaman silahkan isi kolom komentar.


Baca juga:  

Emas  Hitam :Mengubah Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Cair Organik



Sumber Inspirasi :

Katadata.co.id

Zerowaste.id


Furqan  Jamali
Furqan Jamali Hobi menanam dan beternak secara organik. Berkeinginan mewujudkan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Posting Komentar untuk "Emas Hitam: Mengubah Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Eco Enzyme"

Berlangganan via Email