Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kelangkaan dan Bagaimana Pasar Menilainya


Dalam pandangan ekonomi neo klasik,pasar adalah wadah yang menyediakan segala informasi yang dibutuhkan pelaku ekonomi,termasuk bagaimana ukuran kebenaran tentang kelangkaan (scarcity).Apapun yang dikatakan oleh pasar,harus diterima sebagai kebenaran mutlak,artinya pasarlah yang menentukan tingkat langka dan tidaknya melalui indikator pengukur yang disebut harga pasar.

Oleh karena itu,tulisan ini mencoba mengupas tentang kelangkaan sumber daya alam dan bagaimana proses pengukuran langka dan tidaknya suatu barang berdasarkan mekanisme pasar yang selama ini terjadi .

Sebelum itu terlebih dahulu kita paparkan beberapa istilah yang digunakan dalam tulisan ini,yaitu:

1.Kelangkaan muthlak (absolute scarcity) adalah kelangkaan karena keterbatasan yang disediakan oleh alam sendiri.

2.Kelangkaan relative (relative scarcity) bisa diartikan sebagai kelangkaan yang disebabkan karena permasalah  pasokan di pasar seperti banyaknya penyakit yang membuat panen petani berkurang,terjadinya penumpukan barang oleh oknum tertentu dan sebagainya.

3.Biaya peluang (opportunity cost) adalah biaya yang harus dikorbankan untuk memilih satu benda,misalnya kita memiliki uang sebesar Rp.20.000,dengan uang tersebut kita memiliki kesempatan untuk membeli salah satu benda yaitu buku dan pulpen,Jika kita memilih membeli buku maka tidak bisa membeli pulpen dan sebaliknya.Saat kita memutuskan untuk membeli buku berarti secara otomatis telah mengorbankan kesempatan membeli pulpen.Nah itulah yang dimaksud dengan biaya peluang.

 

 

Well,menurut investopedia.com scarcity atau kelangkaan diartikan sebagai kondisi gap antara keterbatasan sumber daya dan tidak terbatasnya keinginan (the gap between limited – that is, scarce – resources and theoretically limitless wants)

Sistem ekonomi yang menganut pasar bebas  di kendalikan oleh kebebasan individu atau pelaku ekonomi  baik producer maupun konsumen dalam menentukan pilihannya  untuk memaksimalkan kebahagian,selanjutunya disebut sebagai teori invisible hand

Dalam bukunya Principles of Environmental Economics,edisi kedua Ahmed Hussen dalam bab pertama “the neoclassical economic perspective” memaparkan  pandangan neoklasik yang menyatakan bahwa “pasar sebagai penyedia informasi tentang kelangkaan”.Menyebutkan ada tiga hal peran intrumen harga dalam ekonomi pasar bebas,yaitu (Ahmed Hussen :5-6):

 

1.Harga sebagai indikator dari kelangkaaan mutlak (absolute scarcity)

Ada dua komoditas yang bisa kita gunakan untuk memudahkan pemahaman yaitu oksigen dan televisi.Dari dua komoditas diatas ,manakah yang lebih mahal harganya?tentu dari segi harga televisi memiliki harga yang tinggi dibanding oksigen yang kita hirup walaupun semua orang akan mengakui bahwa oksigen memiliki nilai yang jauh lebih berharga dibanding televisi karena oksigen adalah komponen kehidupan yang harus dipenuhi.

Bagaimana ini bisa terjadi?harga dibentuk oleh permintaan (demand) dan penawaran (supply).Hukumya “Jika permintaan meningkat tetapi penawaran sedikit maka harga naik/mahal sebaliknya jika penawaran naik sedangkan permintaan sedikit maka harga turun/murah”

Oksigen dinilai tidak memiliki harga karena pasar menganggap pasokan atau supply oksigen sangat banyak sedangkan televisi memiliki keterbatasan dalam output oleh perusahaan dan ditambah lagi untuk memproduksi televisi dibutuhkan beberapa komponen-komponen produksi seperti tenaga kerja,teknologi dan sumber daya lainnya.

 

2.Harga sebagai indikator dari kelangkaan relatif dan biaya peluang

Untuk mengukur kelangkaan relatif (relative scarcity) harus menggunakan rasio perbandingan.Sebagai contoh kita mengambil perbandingan antara emas (gold) dan  minyak mentah (crude oil).Jika emas sebesar $300 per ons sedangkan harga minyak mentah sebesar $25 maka rasio harganya adalah 12 kali,artinya emas 12 kali lebih mahal dibanding minyak mentah. karena emas membutuhkan banyak komponen untuk memproduksinya seperti tenaga kerja,sumber daya alam,teknologi dan lain sebagainya.

Gambaran diatas memberi kita penjelasan bagaimana kelangkaan relative komoditas emas dan biaya peluang diukur berdasarkan harga bukan berdasarkan nilai intrinsik (nilai yang melekat dalam dirinya sendiri).

 

3.Harga sebagai pemberi tanda kelangkaan sumber daya

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa harga terbentuk kerena adanya permintaan dan penawaran di pasar.Kita sebut saja contoh telur ayam.Saat harga telur ayam naik drastis,ini menandakan kelangkaan telur dan sebaliknya saat telur begitu murah ini bertanda telur sangat banyak dipasaran.Jadi harga mempunyai peran penting untuk memberi sinyal langka tidaknya suatu komoditas.

 

 

Referensi

https://www.investopedia.com/terms/s/scarcity.asp

Ahmed Hussen,Principles of Environmental Economics,2nd Edition,Published in the taylor & Francis e-Library,2004

 
Furqan  Jamali
Furqan Jamali Hobi menanam dan beternak secara organik. Berkeinginan mewujudkan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Posting Komentar untuk "Kelangkaan dan Bagaimana Pasar Menilainya"

Berlangganan via Email