Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Dampak Ketidakpastian Bagi Manusia

 


Mungkin kebanyakan dari kita sedang mengalami fase di mana ketidakpastian/uncertainty makin terasa nyata. Ketika saya menulis tulisan ini, saya juga merasakan demikian, artinya tulisan ini dibuat juga dengan rangkaian kata yang sedikit emosional. Satu sisi saya sebagai pengamat sekitar, sisi yang lain saya turut mengalaminya.

Beberapa hari yang lalu saya sempat menonton cuplikan tentang kondisi iklim dunia yang disebut Elnino, banyak dari pakar mengatakan seharusnya elnino ekstream hanya terjadi dalam jangka waktu yang panjang, bisa 50 atau 100 tahun sekali. Tetapi saat ini, siklusnya makin pendek. Dengan demikian akan makin sering musim kemarau  dan juga makin sering hujan ekstrem.

Bagi manusia yang bergantung di sector pertanian, ini menjadi bencana besar. Kondisi kekeringan dan hujan berlebih adalah ancaman. Kalau dulu ada istilah tidak semua sisi tebu itu manis, nah saat ini kita bisa pastikan kedua ujung tebu tidaklah manis. Mencapai titik ideal dimana tidak terlalu basah dan kering menjadi lebih sulit.

Berbagai teknologi mungki bisa menolong seperti melahirkan bibit yang lebih tanah perubahan cuaca, obat-obatan pendukung, dan juga system pertanian yang lebih adaptif. Tetapi alam yang makin buruk suatu saat pasti akan melahirkan sesuatu yang lebih unpredictable / tak pasti. Artinya bencana dengan keparahan yang tak terbendenung dengan semua teknologi yang kita siapkan untuk membendungnya. Saya mengatakan kita terlambat 10 langkah untuk mengatasinya.

Lalu apa hubungannya uncertainty dengan human? Seperti tulisan saya sebelumnya, manusia memang memerlukan sesuatu yang uncertaity, sebagai dari bagian naluriahnya, tetapi terlalu banyak sesuatu yang tidak terprediksi hanya melahirkan depresi yang tak tertakar. Kenapa demikian? Manusia pada dasarnya hidup dengan aliran hormone, kondisi sekitar memicu hormone itu mengalir lebih banyak didalam darah. Ketidak pastian memunculkan hormone cortisol dimana ini di kenal dengan hormone stress, manusia yang mengalami fase ini ia kan berperilaku seperti siap menyerang atau melarikan diri yang dikenal dengan sebuatan fight or flight. Dalam kondisi seperti ini manusia akan kesulitan tidur, nafsu makan menurun, fikiran focus pada masalah yang sedang dihadapi, dan yang paling berbahaya adalah ia mematikan system imun kita. Seharusnya kita perlu melindungi diri kita dari bakteri jahat, virus bahkan perbaikan sel, tetapi begitu kortisol naik, ia menutup semuanya.

 

Ya kita hanya memiliki sedikit waktu untuk mengatasi uncertainty, telalu banyak waktu maka tubuh kita akan menjadi taruhannya.  Dengan demikian, makin besar dan sering uncertainty terjadi ia akan membunuh lebih banyak manusia.

Mungkin manusia banyak terbunuh dengan uncertainty ini terlihat terlalu absurd, atau mungkin terlalu jauh untuk sampai ketitik itu. Tetapi setidaknya bukti yang bisa dapat dengan mudah melihat pertambahan pasien  gangguan mental, penyakit yang terus bertambah, kerentanan generasi muda bahkan diawal kelahiran yang langsung mewarisi penyakit yang dulunya jarang terjadi, kehidupan social yang sering menimbulkan chaos, hubungan keluarga yang semakin rentan terdistorsi, dan sebagainya.

FURQAN
FURQAN Hobi menanam dan beternak secara organik. Berkeinginan mewujudkan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Posting Komentar untuk "Dampak Ketidakpastian Bagi Manusia"