Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Era Baru Kapitalis : Ketidakpastian, Pilihan, Konsumen Yang Semakin Pintar dan Transaksi Yang Lebih Memuaskan

Era baru Kapitalis (sumber gambar Unsplash)

 

Di zaman sekarang, kita sering mendengar “uncertainty” atau ketidakpastian. Banyak perusahaan yang jaya di masa lampau, seakan tidak berkutik dengan perubahan yang terjadi. Saya hidup ketika teman-teman di sekeliling saya dengan bangganya memamerkan hape terbarunya. Yaps kala itu hape yang menyurupai kodok atau lebih dikenal dengan hape kodok yang  diproduksi oleh perusahaan nokia itu menjadi salah satu hape legendaris dimasanya. Mempunyai kapasitas penyimpanan yang besar dan kamera yang jernih dibading dengan hape merek yang lain. Sayangnya kemegahan Nokia tidaklah mampu bertahan untuk tetap menjadi rajanya hape dunia dan beberapa tahun lalu Nokia akhirnya mengumumkan kebangkrutannya.

Jika zaman dulu kita hanya mengenal merek hape seperti Nokia, Samsung dan Motorolla yang hanya dimiliki oleh orang tertentu saja. Tetapi sekarang bukan hal aneh jika mulai dari anak yang sekolah TK (Taman Kanak-kanak)  sampai dengan orang tua sudah bisa menggunakan hape pintar dengan berbagai merek terbaru mulai dari Xiomi, Realme, Oppo, Iphone, Samsung, dan masih banyak lagi.

Dari sini kita bisa melihat bahwa di zaman sekarang perusahan yang menyediakan satu produk yang sama bukan hanya berasal dari satu atau dua perusahaan saja tetapi telah hadir puluhan perusahaan yang menawarkan berbagai variasi produk untuk satu kategori saja. Artinya tingkat persaingan makin tinggi, produk makin bervariasi dan tentunya konsumen memiliki banyak pilihan.


Marketplace Pejual  Smartphone

Sama juga ketika saya masih kecil dan terkena penyakit demam, tentunya pilihan pertama yaitu dibawa ke dokter umum langganan orang tua. Jikapun tidak sembuh akan di rujuk ke dokter anak. Kala itu dokter masih terbatas, dan kita hanya memiliki dua pilihan yaitu dokter umum (dr.A) dan  dokter anak (dr.B). Saat ini ketika adik saya sakit kami memiliki banyak pilihan pilihan. Dari dokter umum A1 sampai  A9 begitu juga dengan dokter anak dari B1 sampai  B5. Kami bebas memilih dokter mana yang paling enak diajak konsultasi, yang paling bagus pelayanan dan efektivitas obat yang diberikan, tentunya juga dengan biaya yang paling terjangkau.

 

Alan Murray dalam bukunya The Wealth O Choices “ How The New Economy Puts Power In Your Hands And Money In Your Pocket” Menjelaskan secara sangat gamblang bagaimana perbandingan ekonomi di masa lampau dan sekarang.

“ Itu adalah waktu yang sederhana. Lebih sedikit pilihan berarti lebih sedikit kerumitan, lebih sedikit kebingungan. Bisnis lebih cenderung memperlakukan pekerjanya seperti keluarga. Upah tidak boleh terlalu banyak menyimpang, karena dapat menimbulkan persaingan dalam perusahaan. Pekerjaan sering kali seumur hidup. Segalanya stabil, nyaman, dan dapat diprediksi.” (Alan Murray)

 

“It was a simple time. Fewer choices meants less complexity, less confusion. Businesses were more likely to treat their workers like family. Wages weren’t allowed to diverge too much, for fear of creating rivalry in the company. Employment was often for life. Things were stable, comfortable, and predictable.” Alan Murray


Alan Murray menegaskan posisi kita sekarang sangat berbeda jauh denga napa yang dihadpi oleh orangtua kita di zaman dahulu dengan sebuh kalimat yang sangat tegas “ Not My Father’s Economy”. Baginya di zaman sekarang dunia menjadi semakin kecil, kompetisi lebih ketat, dan pilihan semakin banyak.


“The world has gotten smaller; competition has gotten more intense: choices have become more plentiful." Alan Murray


Di samping itu dia juga mengambarkan bagaimana perilaku pekerja sekarang yang sangat bebas memilih layaknya seorang agen.

“Kekayaan besar dibuat, secara harfiah dalam semalam. Pekerja telah menjadi agen bebas, sering berpindah pekerjaan dan merasakan sedikit loyalitas kepada majikan mereka/pemberi kerja, yang menunjukkan sedikit loyalitas sebagai imbalan”. (Alan Murray)

"Vast fortunes are made, literally overnight. Workers have become free agents, shifting jobs frequently and feeling litte loyalty to their employers, who show little loyalty in return."Alan Murray

 

Choices, Informed Consumer And Better Dealing

Tidak seperti konsumen di masa lalu yang tidak memiliki banyaknya pilihan, di masa sekarang konsumen memiliki pilihan yang beragam atas produk yang diinginkan. Satu produk dengan level harga dan kualitas yang berbeda, bahkan kualiatas yang sama dengan harga yang berbeda. Ini memaksa banyak perusahaan untuk menonjolkan kelebihannya masing-masing atas produk yang ditawarkan (Unique Selling Point).

 

Dilain sisi para konsumen mulai memiliki pengetahuan atas produk yang akan dibelinya, mulai dari kualitas produk, harga, pelayanan dan sebagainya. Jadi tidak aneh setiap calon pembeli yang datang ke sebuah toko untuk membeli suatu barang tidak serta merta dengan kepala yang kosong, alias mereka adalah pembeli atau konsumen yang telah memiliki pengetahuan tentang barang ayang akan dibeli (Informed Consumer).

Contoh konkret yang biasa kita praktikkan adalah ketika kita ingin membeli sebuah smartphone. Sebelum memutuskan membeli di toko terdekat, pastinya kita akan mencari tahu dulu merek smartphone yang ingin kita sasar, tipe hape, spesifikasi dan tentunya harga.

Tentunya semua merek smartphone akan menawarkan spesifikasi dan tipe tertentu dengan harga yang berbeda. Kebanyakan dari kita pasti akan mencari mana smartphone yang memiliki spesifikasi yang sama tetapi paling murah dibading smartphone sekelasnya.

Begitu kita mendapati harga yeng termurah dari hasil pencarian kita di marketplace, ini akan menjadi acuan kita untuk mendapat harga yang kita inginkan di toko smartphone terdekat. Dan mereka penjual smartphone tidak bisa memainkan harga yang merugikan konsumen mahal mereka harus mencari cara agar harga smartphone tidak beda jauh dengan harga di marketplace bahkan kalua bisa lebih murah dari marketplace.

Jadi dengan banyaknya perusahaan yang ikut andil memproduksi satu kategori produk, hadirnya internet yang memberikan informasi kepada konsumen, dampaknya akan memudahkan konsumen mendapatkan produk terbaik dengan harga yang terbaik (better dealing)


No Other Way

Perubahan yang terjadi adalah dampak dari kemajuan yang kita ciptakan. Menciptakan internet misalnya akan membawa perubahan dalam sistem informasi, sistem bisnis dan sistem kehidupan kita pada umumnya.

Jalan satu-satunya adalah menyesuaikan diri dan berinovasi secepat mungkin. Tanpa itu semua maka kita hanya akan menjadi pecundang di hadapan perubahan zaman. Allan Murray mengatakan bahwa di zaman sekarang banyak yang akan datang dan mati begitu saja. Mungkin ini kata yang tepat untuk mengambarkan bagaiamana iklim bisnis yang terjadi saat ini. Kita bukan hanya sekedar menciptakan tetapi perlu terus bertahan dan berkembang agar menjadi pemenang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FURQAN
FURQAN Hobi menanam dan beternak secara organik. Berkeinginan mewujudkan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Posting Komentar untuk "Era Baru Kapitalis : Ketidakpastian, Pilihan, Konsumen Yang Semakin Pintar dan Transaksi Yang Lebih Memuaskan"