Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ketika Kebiasaan Baik Menemukan Momentum

 

Sumber Gambar: Istockphoto

Perubahan kecil sering tak berarti. Kadang kala kita merasa tidak pernah menghasilkan apa-apa, padahal kita sudah berjuang siang dan malam, menggadaikan ratusan jam tidur, menjauhi nongkrong bareng teman yang tidak mendukung kita ke arah perubahan bahkan terkadang rela tidak makan siang hanya untuk mengejar deadline. Lalu benerkah kita tidak menghasilkan apapun?

James Clear menyebut kondisi ini sebagai lembah kekecewaan. Kita merasa kecewa karena telah melakukan banyak perubahan kecil tetapi tidak mencapai titik keinginan yang seharusnya dicapai.

Sumber Gambar: Istockphoto


Untuk menjawab pertanyaan diatas , ia mengambil contoh bagaimana proses mencainya es di sebuah ruang. Awalnya ia meletakkan es dengan suhu minus 1,5 derajat pada suatu meja dan suhu ruang saat itu  minus 3 derajat. Ketika suhu ruangan mulai naik mendekati minus 2 derajat,  suhu es minus 0,5 derajat, nyatanya es tidak mengalami perubahan apapun. Seharusnya ia mulai meleleh. Namun begitu temperatur es mencapai 0 derajat, ia langsung mencair.

 

Jika dilihat lebih seksama kita akan rancu ketika menyadari bahwa perubahan temperature es dari 1,5 sampai 0,5 derajat tidak mengalami perubahan tetapi begitu ia mencapai titik nol, es seketika itu mencair.

 

James Clear mengatakan begitulah sebenarnya kebiasaan kecil yang konsisten kita lakukan akan memainkan perannya. Mungkin kita tidak mendapat apapun dalam waktu singkat meskipun sudah melakukan banyak perubahan kecil. Saat kondisi demikian kita akan sangat kecewa dengan hasil yang kita dapatkan. Padahal ketika kita menumpuk kebiasaan baik dalam jangka waktu yang lama, kita hanya perlu menunggu momentum untuk memetik hasilnya.

 

Selanjutnya James Mengutip salah satu kalimat dari tokoh reformasi social paling terkenal, yaitu Jacob Riis, ia berkata “ Ketika apa pun terkesan tak ada gunanya, saya sengaja pergi menyaksikan tukang batu mengayunkan martil ke sebongkah kayu cadas, mungkin sampai seratus kali, tanpa menghasilkan satu retakan apapun pada cadas itu. Namun, pada hantaman  yang keseratus satu kali cadas itu terbelah menjadi dua, dan saya tahu bukan hantaman terakhir yang menyebabkannya _melainkan semua hantaman yang dilakukan sebelumnya”.

 

Sumber Gambar: Istockphoto

Sebelum menutup tulisan ini, saya teringat salah satu cerita tentang bambu cina (Chiness Pamboo) yang mengajarkan betapa perlunya konsistensi dalam hal baik. Faktanya bambu cina membutuhkan waktu 4 tahun hanya untuk membangun perakaran sampai pada akhirnya ditahun kelima ia tumbuh lebih dari 30 meter hanya dalam waktu 6 minggu saja.

 

Nah, jika anda mulai merasa ingin menyerah karena hasil yang diharapkan tidak kunjung datang juga, yang harus kita ingat adalah semua perbuatan baik akan menemukan momentum untuk menunjukkan hasil  terbaik.

 

Silahkan tulis hal baik yang sedang kamu kerjakan saat ini???

FURQAN
FURQAN Hobi menanam dan beternak secara organik. Berkeinginan mewujudkan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Posting Komentar untuk "Ketika Kebiasaan Baik Menemukan Momentum"