Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ramadhan Dan Pembebasan Belenggu Perbudakan Ekonomi



Mohon maaf lahir dan batin, begitulah kalimat terakhir yang paling indah diucapkan sebelum azan magrib pertama di bulan Ramadhan. Bulan ini bagi saya selalu meninggalkan butir-butir kenangan manis, bukti awal refleksi dan perubahan diri mengarungi kehidupan yang selalu saja menarik untuk di jalani. Ujian dan tantangannya memperluas wawasan, mempertebal mentalitas dan kecakapan hidup.


Pandangan Saidina Umar Terhadap Kegiatan Produksi

Apakah bulan Ramadhan menjadikan kita lebih menuju pribadi yang mandiri atau malah menjadikan kita semakin bergantung kepada orang lain? Dalam artian sumberdaya yang kita miliki seperti skill menanam palawija, kebun kita tinggalkan dan membiarkan oranglain menyediakan untuk kita dengan alasan bulan ramadhan. Jika demikian, kita telah mengiyakan bahwa bulan ramadhan adalah bulan ketergantungan bukan sebagai bulan pembebasan seperti yang seharusnya. Bebas dari keinginan yang berlebihan, mensyukuri nikmat yang telah kita peroleh, bebas dari ketergantungan ekonomi terhadap pihak luar tentunya juga.


Diriwayat yang lain para sahabat berkata kepada Saidina Umar  “ Wahai Amirul Mukminin, sesungguhya Allah telah mencukupkan kami dariya dengan fai’. Kami tidak suka bila mengendarai kenistaan. Cukup bagi kami para hamba sahya kami dan pelayan-pelayan kami.” Lalu Saidina Umar berkata “Demi Allah sungguh jika kamu meninggalkan mereka berdagang di pasar sendiri, niscaya kaum laki-laki amu akan membutuhan kaum laki-laki mereka, dan kaum perempuan kamu kepada kaum perempuan mereka.”


Kebangkitan Ekonomi

Kita harus mencari lagi ruang kosong mana yang perlu diisi kembali, diperbaiki bahkan diganti. Ruang ekonomi ini harus menjadi prioritas disela kesibukan melakukan ibadah puasa demi mencapai kemandirian ekonomi umat muslim. Gagasan yang menuju kesana harus kembali dirangkai, ini melibatkan unsure pemerintah, para ulama atau ahli agama, saintis dan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita mulai ini. Sudah saatnya kemandirian terwujud, jika memang kita ingin menjadi muslim yang menerapkan nilai-nilai keislaman dalam semua aspek kehidupan.


Ulama atau mereka yang ahli agama juga harus memberikan pentingnya kemandirian ekonomi. Masyarakat harus diberikan edukasi bahwa kegiatan produksi bukanlah sesuatu yang tidak bermakna, bahkan berpahala karena mengandung kemashalahatan bagi orang banyak. Jika berbuat sesuatu yang merugikan orang lain mendapatkan dosa, kenapa berbuat sesuatu yang membawa kebaikan kepada orang lain tidak mendapat pahala? Seperti menanam padi, memelihara ayam, beternak sapi dan kerbau misalnya yang merupakan hajat hidup orang banyak,


Jangan sampai kita sangat mudah melebel perbuatan yang tidak baik mendapatkan balasan berupa neraka tetapi kita kurang mengapresiasi mereka yang berbuat kebaikan seperti yang saya sebutkan diatas.


Para saintis yang ahli dibidang apapun setidaknyak harus memiliki project sosial yang bertujuan mencerdaskan masyarakat. Transfer of knowledge (pengetahuan ) dan transfer of awareness (kesadaran) untk bergerak lebih cepat secara kolektif demi mencapai tujuan kemandirian ekonomi. Tanpa dukungan dari para ahli ini, mustahil kita mampu mewujudkannya.


Selanjutnya masyarakat juga harus lebih terbuka dan mau meningkatkan kemapuannya dibidang apapun sehingga apapun yang dikerjakan selalu menghasilkan hasil yang maksimal. Kengganan mempelajari hal baru bedampak pada penurunan produksi, disamping kesejahteraan pelaku produksi sendiri berkurang kesejahteraannya. Dan tidak menutup kemungkinan akan dikalahkan oleh pesaing baru di luar sana  yang lebih menguasai teknologi dan produknya.


Oleh karena itu, mari dengan adanya moment ramadhan ini, kita bersama-sama mencurahkan perhatian dan kemampuan untuk bergerak bersama menuju kemandirian ekonomi.


Furqan  Jamali
Furqan Jamali Hobi menanam dan beternak secara organik. Berkeinginan mewujudkan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Posting Komentar untuk "Ramadhan Dan Pembebasan Belenggu Perbudakan Ekonomi"

Berlangganan via Email